Mauricio-Pochettino

Mungkinkah Pochettino Mau Latih MU?

Liga InggrisMauricio Pochettino mengaku siap kembali menjadi manajer klub sepakbola dengan membuka datangnya tawaran dari klub mana pun, tidak terkecuali Manchester United dan Arsenal.

Pochettino baru saja dipecat Tottenham Hotspur walaupun sebenarnya prestasinya cukup bagus. Pria 47 tahun itu mengantarkan The Lilywhites selalu finis di empat besar Premier League dalam empat musim terakhir.

Tidak hanya itu, musim lalu sosok berkebangsaan Argentina ini juga berhasil mengantarkan Tottenham Hotspur melaju hingga babak final Liga Champions walaupun kemudian gagal menjadi juara karena dikalahkan Liverpool.

Pochettino sendiri saat ini sedang pulang ke negara asalnya, Argentina untuk beristirahat dan menenangkan pikiran sebelum kembali siap bekerja sebagai manajer klub sepakbola.

“Ada banyak klub dan proyek menarik yang bisa saya ambil. Namun untuk saat ini, yang ingin saya lakukan adalah menjernihkan pikiran saya setelah lima setengah musim yang luar biasa bersama Tottenham Hotspur,” ujar Mauricio Pochettino seperti dilansir dalam Berita Sepakbola Indonesia.

Segera setelah dipecat Tottenham Hotspur, Pochettino pun dikabarkan mulai dekat dengan sejumlah klub raksasa Premier League seperti Manchester United dan Arsenal. Pochettino pun mengaku masih ingin bekerja di Eropa.

“Saya ingin kembali bekerja di Eropa. Sulit bagi saya membayangkan sebuah proyek di Argentina. Akan tetapi jika suatu saat nanti ada kepentingan keluarga, saya tidak akan menolak bekerja di sini,” tutur Mauricio Pochettino.

“Namun saat ini saya hanya ingin istirahat dan merasakan ketenangan sembari melihat apa yang terjadi. Saya tidak memiliki banyak waktu untuk mencerna apa yang telah terjadi dengan saya,” imbuh Mauricio Pochettino .

Mauricio Pochettino dipecat

Ini Dia Penyebab Pemecatan Mauricio Pochettino

Liga Inggris – Tottenham Hotpsur membuat pernyataan yang mengejutkan pada Rabu (20 November 2019) dini hari tadi. Mereka menginformasikan bahwa sang pelatih, Mauricio Pochettino, sudah tidak bertugas lagi sebagai manajer alias didepak.

Pochettino meninggalkan Tottenham Hotpsur dalam kondisi yang cukup mengenaskan. The Lilywhites tersebut sekarang menempati peringkat ke-14 di klasemen Premier League dan baru berhasil membukukan tiga kemenangan dari 12 pertandingan.

Pemecatan ini sekaligus mengakhiri perjalanan Pochettino di The Lilywhites yang telah berjalan selama lima setengah tahun. Pria berkebangsaan Argentina itu belum pernah menyumbangkan trofi, namun prestasinya mengantarkan Tottenham Hotpsur mencapai final Liga Champions tak bisa dilupakan.

Apa yang salah dengan Tottenham Hotpsur? Bagaimana bisa sosok yang dianggap sebagai salah satu pelatih hebat di dunia itu dipecat? Info Sepakbpola Terkini coba menjelaskan bagaimana pria asal Argentina itu dipecat dari jabatannya.

Pertandingan ke-500 dalam karir Pochettino menjadi pertanda masalah pertama untuk The Lilywhites. Pada bulan Agustus, Totteham sukses mengalahkan Aston Villa dan sang juara bertahan, Manchester City. Tapi beberapa hari berselang, mereka malah membuat kejutan dengan kekalahan atas Newcastle United.

The Lilywhites dipermalukan oleh Newcastle United karena kurangnya kreativitas. Mereka gagal membongkar pertahanan The Magpies. Dan klub besutan Steve Bruce itu berhasil mendapatkan poin pertamanya berkat akis dari Joelinton.

Kemenangan 4-0 atas Crystal Palace menjadi penanda bahwa The Lilywhites sudah kembali normal. Namun hasil imbang 2-2 melawan Olympiacos membuat mereka sudah membuang-buang poin setelah unggul dua gol lebih dulu dalam satu pertandingan.

Torehan buruk itu kemudian mereka lanjutkan pertandingan kontra Leicester City. The Lilywhites menelan kekalahan dengan skor 1-2 walaupun sempat unggul lebih dulu melalui sumbangan gol Harry Kane.

Di ajang Liga Champions, Tottenham Hotpsur secara mengejutkan dipermak dengan skor 2-7 oleh Bayern Munchen. Lagi-lagi, Harry kane dan rekan-rekannya kalah dalam kondisi sedang unggul 2-1 hingga jeda babak pertama. Masa-masa buruk The Lilywhites berlanjut. Beberapa hari usai dipermalukan Munchen, mereka lalu dipermak oleh Brighton di ajang Premier League dengan skor telak 0-3.